ASA DI BALIK RATAPAN

"Pergumulan tidak akan pernah sirna, akan tetapi HARAPAN selalu menguatkan manusia untuk menata hidup yang lebih baik."

Terimakasih atas kunjungan anda.

Laman

Pagi ini.....

By: Titi Yuliaty M

Aurima pagi menyapa.
Aku harus siap-siap
Putri kecilku akan menjalani pengangkatan tonsil
Tonsil yang tidak lagi bermanfaat baginya.
Tonsil yang membengkak, menyebabkan aliran oksigen agak terhambat
Menyebabkan cairan menumpuk di belakang gendang telinganya
Akibatnya, fungsi pendengaran putri kecilku terganggu

Pagi ini rencana dokter Fajar akan melakukan tindakan medis
Dua tindakan dalam satu waktu.
Pertama adalah pengangkatan tonsil
Kedua adalah penyedotan cairan dan pemasangan Gromet di belakang gendang telinganya

Sedikit "keributan" kecil terjadi ketika si stesolit 5mg disuntikkan
Mungkin karena sejak semalam sdh berpantang minum dan makan, maka pagi ini sedikit sensi
Namun akhirnya stesolit bisa bekerja
Harapku, semua kan berjalan dengan baik. Karena DIA

Tuhan Pahlawan
Zef 3:9-20
By: Titi Yuliaty M

Pahlawan! Selaku anak bangsapun, secara khusus kita memperingatai jasa para pahlawan pd tgl 10 Nopember setiap tahunnya; seperti yg kita peringati kemarin,// Setiap orang pasti mempunyai “phlawan” atau org yg berjasa dlm hidupnya. Bagi siswa, gurunya adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Bagi org muda, mungkin si dia ad. Pahlawannya. Bagi si A, mungkin si B adalah pahlawannya dll. Masing2 org mempunyai “pahlawannya” sendiri2 yg mungkin ber-beda2//. // Namun kalau sy katakan Tuhan Pahlawan! Saya yakin dan percaya, semua kita yg hadir saat ini, pasti sepakata dan mengaminkannya. Betul?..... Zefanya pun mengamini dan mengimani hal yg sama.

Secara umum, kitab Zefanya berisi ttg hukuman Allah.// Bangsa2 dan BI sbg umatNya mengalami kemunduran moral yg luar biasa. Karena itu, penghukuman total mesti terjadi.// Bgs2 akan mendpt hukuman; BI juga dibuang sbg bentuk hukuman.///Allah yang maha-kudus digambarkan sebagai pribadi ilahi yang mampu melenyapkan dan menghapuskan setiap hal yang jahat. Tetapi ternyata tidak selama-lamanya Allah bersikap demikian. Dia juga Allah yang kudus, Tuhan yang pengasih dan penyayang

Di tengah pahitnya penderitaan dan hukuman, serta semakin merosotnya moralitas, semestinya hukuman semakin berat. Namun mll Pembacaan kita, (ay 9-20) Zefanya justru menyaksikan adanya kemungkinan baru yg dimulai dari kelompok kecil BI ygsering disebut sbg sisa2 Israel yg setia( yg dlm bhs Zefanya disebutnya sbg mereka yg pincang dan terpencar (6).); bagaimana anugerah dan pengampunan Allah yang melampaui seluruh dosa atau kesalahan umat dinyatakan.// Allah berfirman: (Bc ay 11). // Kemaha-kudusan Allah tidak pernah berkompromi dengan dosa atau kenajisan umat. Kekudusan Allah selalu menghanguskan setiap dosa dengan hukumanNya. Namun karakter Allah yang penuh kasih juga selalu melampaui setiap kekurangan dan kelemahan umatNya.

Semestinya saudara… dalam kedatanganNya yang kudus, Allah selalu melenyapkan dan menghukum. Tetapi karena kasihNya, Allah datang untuk membawa pengampunan dan pemulihan dalam kehidupan umatNya. Kasih Allah lebih agung dari setiap kekurangan dan keberdosaan umat manusia. Dengan kasihNya, Allah mentransendensikan diri sehingga Dia memenuhi kehidupan umat dengan rahmat pengampunanNya. Itu sebabnya dengan kasih-karuniaNya, Allah berkenan menganugerahkan suatu umat yang dapat hidup dengan rendah-hati dan yang bersandar kepada pertolongan Allah semata-mata.

Sayangnya, seringkali kita justru menempatkan anugerah keselamatan Allah sekedar suatu anugerah yang murahan karena spiritualitas iman kita yang dibangun secara tambal sulam. Ibarat orang yg sedang merenovasi rumah. Rumah yg direnovasi secara tambal sulam, hsl perbaikannya tentu sangat berbeda dgn rumah yg direnovasi secara total. Rumah yang dibangun secara tambal sulam umumnya masih menggunakan pondasi dan struktur ruang yang sama. Perubahan struktur di rumah tersebut umumnya dipaksakan agar sesuai dengan kebutuhan atau keinginan si pemilik rumah. Sehingga bentuk atau rancangan bangun rumah yang dibangun secara tambal sulam tidaklah mungkin mampu menciptakan suasana baru bagi orang-orang yang mendiaminya//. Mereka sepertinya tinggal di rumah yang baru, tetapi sebenarnya, tetap tinggal dengan suasana yang tetap lama. yang tidak mengalami pembaharuan secara kualitatif. Kalaupun ada pembaharuan itu hanya di permukaan belaka.// Maka tdk heran klo Pdt Eka Darmaputra katakana org Kristen itu ya… kelihatan di kulit luarnya muluuus, ttp coba dikorek sedikit saja, maka akan kelihatan boroknya? Mengapa? Sebab Spiritualitas Imannya TAMBAL SULAM!/ Sepertinya kita telah mengalami perubahan tinggal di rumah yang baru, tetapi suasana roh kita sebenarnya tetap sama yakni tetap mengikuti pola manusia lama kita

Padahal, ay 17 pemb kta menyaksikan karya keselamatan Allah yang membaharui kehidupan umat secara total dan bukan tambal sulam. Allah berfirman (bc).// Hasil dari suatu renovasi spiritualitas secra total adalah sorak-sorai kemenangan sebab telah dijauhkan setiap hal yang mengandung cela.// Karya pembaharuan Allah adalah memberdayakan setiap bagian atau elemen dalam diri kita yang lemah.// Akibat kuasa dosa, beberapa bagian dari diri kita retak di sana-sini, sehingga spiritualitas kita sering berjalan dengan tertatih-tatih atau pincang./ Ketika kita tidak mengalami pembaharuan hidup yg “bermutu”, maka “kepincangan” (cacat) rohani tersebut akan menjadi suatu gangguan, bahkan juga menjadi suatu halangan.// Jemaat Tuhan…. Selaku umat percaya, kita sering dihalangi oleh kelemahan dan kepincangan dalam rohani kita sehingga perjalanan iman kita tidak mampu bergerak maju.// Dari sudut lahiriah tampaknya kerohanian kita sepertinya sibuk berjalan, tetapi sebenarnya hanya berjalan di tempat./ Perjalanan iman kita seringkali bergerak secara stagnan…./// Di tengah-tengah kondisi spiritualitas kita yang demikian, Allah menawarkan suatu pengharapan dan pemulihan.// Ay 19, pemb kita mengatakan … Dengan anugerahNya, Allah berkenan mengaruniakan pembaharuan hidup yang berkualitas. //Pembaharuan hidup yang ditandai dgn pulihnya kembali kaki rohani yang pincang dan berhimpunnya kembali umat yang semula hidup terpencar-pencar.// Melalui pemulihan kaki rohani yang pincang dan berhimpunnya kembali umat yang semula terpencar-pencar, umat percaya dapat menikmati suasana kehidupan yang sama sekali baru. Kita menjadi gesit dan lincah untuk berkaya. Selain itu kita pun lebih mudah dan cepat untuk bergandengan tangan menyatukan diri sebagai umat yang telah dipulihkan.
Pembaharuan hidup berkualitas yang lain adalah mungkin kita tetap pincang dan terpencar-pencar./// Akan tetapi kita mampu menyikapi kondisi “kepincangan” atau kelemahan dan “keterpencaran” yang ada dengan cara pandang iman yang baru. //Melalui kekurangan dan kelemahan yang kita miliki, justru mampu kita ubah menjadi suatu kesaksian yang mempermuliakan nama Allah.

Pola kerja Allah yang membaharui, mampu meniadakan atau menghapus setiap bagian yang rusak dan retak dalam diri kita, tetapi Allah juga mampu menggunakan bagian-bagian yang rusak atau retak tersebut untuk menghasilkan suatu keindahan. Seperti kisah batu permata seorang raja yang begitu indah tetapi jatuh secara tidak sengaja, sehingga timbullah retakan yang cukup dalam.// Sang raja berupaya untuk memulihkan batu permatanya dengan memanggil para ahli. //Tetapi tidak seorang ahli permata yang mampu memulihkan atau menghapus retakan di batu permata tersebut.// Akhirnya datanglah seorang yang menyatakan dengan jujur bahwa dia tidak dapat meniadakan retakan di batu permata itu, tetapi dia berjanji akan menciptakan sesuatu yang indah di atas retakan batu permata. Setelah sang bekerja sekian lama, akhirnya di atas retakan batu permata itu dia mengukir dan memahat sekuntum bunga mawar yang begitu indah. Saudara……Demikian pula karya pembaharuan Allah secara total. Beberapa bagian dalam diri kita yang “pincang” atau “patah”, mungkin tidak selalu dipulihkan Allah sebagaimana yang kita harapkan.// Tetapi Allah mampu mengubah kekurangan dan kelemahan kita menjadi kekuatanNya. Karena itu saudaraku…. tidak setiap doa permohonan untuk tujuan “kebaikan” kita selalu dikabulkan Allah./ Mengapa? Sebab melalui doa yang tidak terkabul dengan kelemahan kita tersebut, Allah justru sering memakainya untuk kemuliaanNya.// Maka dari itu, jangan pernah menganggap Tuhan pahlawan hanya, kala doa2mu terkabul, kala pergumulanmu terjawab, kala kerinduan2mu tergenapi , akan ttp dlm seluruh hidupmu, suka, maupun duka, sehat maupun sakit, ALLAH hadir sbg pahlawan. Sang Penyelamat. Rasul Paulus, sang hamba Kristus yang setia dan dilimpahi oleh kasih-karunia Allah, ternyata tidak selalu mendapatkan apa yang dia doakan. Kelemahan dan kekurangan rasul Paulus yang seperti duri dalam daging dalam kenyataannya tidak dipulihkan oleh Allah. Tetapi akhirnya rasul Paulus mampu menyadari maksud Allah dengan kekurangan dan kelemahan yang tidak dipulihkan, sehingga dia berkata: “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (II Kor. 12:10).

Jemaat yg kekasih dlm Tuhan…… Hukuman dan bebagai jenis malapetaka tdk terhindarkan, ttp semua itu, bukanlah akhir dan penentu arah kehidupan umat Allah. Pd saat yg dianggapNya tepat, Allah sendiri yg akan melaksanakan pembebasanNya sesuai dgn caraNya sendiri. Membaharui umatNya secara total. Mau dan Siapkah kita?......AMIN

ISTI & ISTIKOMAH


"Papiiiiiiii....! Dengan mata mendelik dan suara yg membahana, maminya Carla menarik tangan suaminya yg sedang duduk maniezt di ruang tamu rumah Tante Pretty. Tak ayal , tuan rumah terkejut tetapi si mami tidak peduli. Dengan sekali hentakan si papi diseret keluar dan tanpa babibu, tangan mami sdh mendarat di pinggang papi ...... Di tempat lain, Pak RT keberatang menggunakan kaos oblong apalagi untuk mengantar undangan kepd kaum bapak di dalam kompleks, namun tak kuasa menolak ketika sang istri bertitah.
Ini hanyalah cuplikan adegan salah satu episode dalam sinetron "Suami-suami Takut Istri" yg disiarkan oleh sebuah stasiun TV Swasta.

Ada rasa geli, tetapi juga rasa kasihan. Apa iya. Masak sich di era millenium spt sekarang ini, kejadian-kejadian seperti itu masih ada? Apakah ini yang disebut jaman edan?
Aku lalu teringat 2 istilah yang yang kudapat ketika masih berkutat di kampus merahkunenerapa tahun lalu. ISTI dan ISTIKOMAH. ISTI adalah singkatan dari Ikatan Suami Takut Istri. Sedangkan ISTIKOMAH adalah Ikatan Suami Takut Istri Kalau di Rumah. :)
Dulu aku ber pikir, akh mungkin itu hanyalah peristilahan belaka. Apalagi memang, prof guru mengatakan, hal tersebut biasanya dilakukan karena rasa hormat dan cinta pada pendamping mereka (istri). Tetapi itu dulu, sebelum aku melakukan pengamatan langsung. (Wealah, seperti mau nyusun thesisi aja ^_^).

Dalam survey kecil-kecilan itu, aku kemudian menyadari, bahwa hal ini, bukan hanya terjadi dalam sinetron. Dalam kehidupan nyatapun, itu nampak. Swear! dan bisa menimpa siapapun, entah itu saudara, tetangga, dosen, atasan kita dan lain-lain. Beberapa temanku bahkan , mengalami hal yg sama. Mereka sepertinya benar2 tunduk di bawah perintah dan selalu berada di dalam pantauan dan Pengawasan Melekat alias WasKat pasangan (istri) mereka. Telepon tak pernah berhenti berdering. Sebentar-sebentar ada instruksi via telepon. Mulai dari pertanyaan posisi mereka, raport dan seragam anak, belanja dapur dan berbagai hal remeh temeh yang lain. Semuanya dalam nada perintah! Adapula yg dipepet atau dikawal kemanapun dia pergi, laiknya perangko dan kertas. Lengket terus. Bahkan ada yang harus mematuhi jam malam. Awalnya kupikir, ah, mungkin demikianlah pola pengasuhan dan pembinaan dalam rumah tangga mereka yang pasti sudah disepakati bersama. Akan tetapi setelah mendengar pengakuan dan keterusterangan mereka, aku berkesimpulan bahwa ternyata, itu bukan sinetron. Sebetulnya miris juga, but it's real.

Dominasi dan rasa superior pasangannya, akhirnya membuat para pria/suami menanggapinya dengan berbagai cara pula. Ada yang sudah merasa kudu nyaman, sehingga atas nama CINTA & keharmonisan keluarga (apalagi yang memang menikah keluarga), mereka tetap membeo, seperti kerbau dicocok hidung, dibawa kemanapun ikut saja. Ada yang akhirnya menjadi JARUMSUPER, Jarang di Rumah Suka Pergi. Dan ada yang mengantisipasinya dengan benar-benar Jaga Image. Tidak heran jika kemudian muncul peristilahan baru bagi istri-istri mereka seperti: Komandan, Polisi, Perdana Mentri, Menkeu, Agan (Juragan Istri). Untuk jam malam misalnya, mereka berucap: Visa dari Perdana Mentri (istri) hanya sampaji jam 21.00. Untuk tugas antar anak-istri disebutnya Ternak Teri... Uphss

MENGAPA SUAMI TAKUT ISTRI? Mengutip ungkapan Mariska Lubis, pemerhati di bidang relationship. sekaligus penulis buku Wahai pemimpin bangsa!!! Belajar dari SEKS Dong!!! dalam percakapannya dengan C. Gumilang (Femina No. 37/XXXVIII), mengatakan bahwa ternyata: "Kebanyakan, kasus suami takut istri disebabkan OLEH faktor ekonomi.".... O'oooh!.... Masih katanya "Sekarang ini lagi musim pria yang mencari wanita dengan status soaial-ekonomi yang sama atau bahkan lebih tinggi. Maksudnya, si wanitanya yang lebih kaya, strata sosialnya lebih tinggi. Kenapa? Karena pria moderen sekarang, ingin hidup lebih enak dan nyaman. Di sisi lain, ada pasangan yang membantu ekonomi mereka, atau katakanlah membantu membayar cicilan mobil, rumah dll'. ...."Faktor yang tak kalah penting pengaruhnya adalah jenjang pendidikan yang seringkali membawa wanita merasa lebih, dalam hal pemikiran. Lalu ada juga feminisme yang salah kapra, ketika wanita merasa menjadi mahluk yang lebih unggul dari pria. Mereka merasa mampu hidup tanpa pria. "

Apakah pria atau para suami itu benar-benar takut, segan atau sekedar malas menanggapi perilaku, dominasi dan superioritas istri mereka?
Menurut Mariska: "Bisa begitu, tetapi kebanyakan justru karena merasa minder atas ketidakmampuan diri, sehingga rasa percaya diri mereka turun. Apalagi mereka takut tidak mendapatkan apa yang bisa mereka dapatkan atau takut kehilangan istri, anak, nama baik atau apapun bentuknya. Para pria atau suami tersebut, kemudian membiarkan istrinya mendominasi."

Aku lalu teringat amanah dalam Kitab Suci yang berkata: "Hai istri-istri tunduklah kepada suami, sebagaimana seharusnya, di dalam Tuhan. " (Kol 3:18). Artinya tunduk tetapi tidak menanduk... lalu dilanjutkan kemudian:" Hai suami-suami kasihilah istrimu dan jangan berlaku kasar terhadap dia"(Kol3:19)...dari ants ini nampak bahwa konsekuensi logis dari ketaatan istri (tunduk) ialah mereka HARUS menerima kasih yang utuh dari suami. Bukan kasih yang terbagi-bagi (kepada perempuan lain, red). Di sini letak persoalannya. Sebab banyak orang yang berkata dengan spontan, lantang: "kasih, mah utuh, orang istri hanya satu koq",.... namun dilanjutkan dengan berbisik: " Tetapi yang tak resmi, yang berbaris di belakang juga mesti dapat......." Wealaahh, Pak! Pak!
Aku tercenung. Merenung dan mencari jawab di antara berjuta tanya: Adakah amanah ini, tidak lagi berlaku di jaman yang edan yang katanya serba moderan? Wallahualam.

Oh ya, ngomong-ngomong, tahu gak kalau hasil penelitian Mariska Lubis menunjukkan bahwa "Kebanyakan dari anggota ISTI & ISTIKOMAH itu memiliki kecenderungan untuk selingkuh." ... Nah Lho....

"Lelaki Itu"


Semenjak cahaya hatiku kembali dirawat di PTK RSCM,ia menyita perhatianku. Berperawakan kecil, rambut lurus, agak panjang tapi masih terkesan rapi. Guratan di wajahnya menegaskan pergumulannya. Kalau ditaksir sepertinya ia baru berumur 40-an. Dengan segelas kopi dan sebungkus kretek 234, ia mengawali hari2nya.
Kepulan asap rokok yg tiada henti, seringkali membuatku gerah. Ingin rasanya menegurnya, namun entah mengapa bibir ini tak jua bisa terbuka.

Sejak diotak-atik putri kecilku pertengahan bulan Ramadhan yang lalu, beberapa fitur HPku terhapus. Seiring dengan itu pula beberapa nomor telepon para sahabat ikut-ikutan raib... Berada jauh dari sanak keluarga,dalam kondisi seperti ini seringkali membuatku be-te dan jenuh. Ingin berkomunikasi, rasanya sulit, sebab di samping signal di PTK kurang bagus, juga karena aku belum sempat mendata kembali nomor-nomor telepon para sahabat yang ikut-ikutan raib akibat "kejeniusan" putri kecilku.

Pagi ini, aku berencana menjemur di luar. Beberapa pakaian yang telah kucuci masih teronggok dalam ember di kamar mandi. Ingin kupastikan saat ke luar ke teras, LELAKI ITU, tidak lagi di sana. Bukan apa-apa, hanya untuk menghindari asap rokok. Aku tak mau "terkapar" hanya karena ketidakmampuan tubuhku mencium asap rokok. Terhadap hal yang satu ini, alergiku memang sudah termasuk golongan kronik. Kukuakkan tirai jendela kamar perawatan cahaya hatiku. Akh... ternyata ia masih di sana. Secangkir kopi dan sebungkus 234 masih setia menemaninya. Di sampingnya duduk seorang perempuan yang kemudian kutahu adalah istrinya. Kulihat ia menjelaskan sesuatu yang sangat serius kepada istrinya. Sepertinya soal penyakit anak mereka. Terlihat guratan wajah yg kelelahan. Walau demikian, intonasi suara konstan.

Huff....rasanya lama benar. Menunggu mereka menyudahi obrolannya mungkin hanyalah kesia-siaan. Maka dengan terpaksa, aku ke luar kamar juga. Dengan sedikit tersenyum, kusapa mereka "Selamat pagi" dan mereka menjwab "Pagi bu". "Dari mana?" Kujawab ""Makassar". "Anak ibu sakit apa" "CKD", kataku. "Bapak? Anaknya sakit apa?"
Maka mengalirlah semua cerita di seputar anaknya yg sakit.Menurut penuturannya putri kecilnya adalah korban malpraktek. Berawal dari operasi usus buntu di RSU di daerahnya akhirnya sang anak harus merelakan ususnya dipotong tigapuluhan centi meter dalam 3 kali operasi dengan jangka waktu tdk lebih dari 2 bln.

Katanya, "Kami hanya org kecil bu. Ketika saya berusaha mencari keadilan, semua org mencibir, bahkan sanak keluargaku sendiri. Untunglah mertuaku yg walaupun hanya orang desa dan sudah menjanda pula, tapi masih mempunyai hati nurani. Beliaulah yang membantu kami, dengan merelakan rumah dan kebunnya dijual untuk pembiayaan anak kami. Sebagai Pengrajin Kaliografi, pendapatan kami tidak seberapa, tetapi saya percaya bahwa Allah itu Maha besar. Atas izin Allahlah, anak saya bisa sampai ke sini dan kasusnya sudah sampai ke presiden. Kemarin, Dirjend Depkes datang ke mari (RSCM). Alhamdulillah bu, berkat doa orang-orang kecil yg terzalimi seperti saya, seluruh jerih payah ini insya Allah tidak sia-sia". Ketika kutanya: "Apakah bapak memaafkan orang yang telah membuat putri bapak menderita seperti ini? Dgn polos ia menjawab: "Sedangkan Allah saja mengampuni ummatnya apakah lagi saya. Tetapi proses hukum harus jalan terus. Doakan ya bu!" Kudengar dalam ungkapan polos itu, ada kegetiran tetapi sekaligus ada harapan. Denga tersenyum aku menjawab,"Ya, sukses pak." Lalu aku pamit masuk kembali ke kamar perawatan cahaya hatiku.

Ketika cahaya hatiku sudah diperkenankan pulang, aku sengaja mampir ke kamar perawatan anaknya untuk bepamitan. Kulihat seorang Ustad sedang memimpin mereka berdoa. Setelah berbasa-basi sejenak,aku berpamitan. Ia mengantarku ke luar sembari meminta nomor telepon. Kami pun berpisah.

Kutahu kemudian, jika nama beliau adalah Ide Syamsuddin dari sms yang dikirimnya. Selengkapnya sms itu berbunyi:
" Ibu Yuliaty,,, saya Ide Syamsuddin dari Riau. mengucapkan terimakasih banyak atas perhatian ibu kepada anak saya "Ellyna Fitri" korban "MALPRAKTEK" yang dilakukan di RSUD Indra Sari Inhu-Riau pada tanggal 29 Juli 2008 yang mana kasus ini sudah diketahui Bapak PRESIDEN RI karena RSUD Indra Sari mengirim surat kepada PRESIDEN RI meminta dukungan.... Saya turut mendoakan semoga "ALLAH" memberkati anak ibu dari sakit yang dialaminya. Amin. Saya akan kabari kasus anak saya hingga "TUNTAS"... Mudah-mudahan suatu hari, saya dapat ke Makassar.

"Dari kasus MALPRAKTEK anak saya ini, saya berharap ada "PERUBAHAN" & "PEMBENAHAN" agar tdk ada lagi tindakan semena-mena terhadap masyaralat terutama masyarakat tidak mampu, di bidang KESEHATAN & di Bidang "HUKUM"... Dari 600 Kasus MALPRAKTEK di NKRI... Baru Kasus Anak saya yang sampai ke Bapak Presiden RI.. Semua karena Allah. Allahlah yang menunjukkan jalan kepada saya... Saya akan terapkan kepada semua masyarakat di manapun saya berada. Tidak hanya di RIAU.. tapi mungkin di Makassar & Irian jaya... Doa ibu menyertai langkah saya. AMIN.

Membaca smsnya, saya tertegun, tertempelak dan terhenyak. Ternyata, "LELAKI ITU" adalah seorang pencari keadila. Dua tahun, ia bersama dgn istri dan anaknya terus berusaha mencari keadilan walau dicibir dan diremehkan tdk hanya oleh para pengambil kebijakan di setiap tataran di daerahnya ttp jg keluarga besarnya, tidaklah menyurutkan langkah juangnya. Dengan tekad yang bulat dan pasti, ia terus berjuang dan berjuang. Bagiku, LELAKI ITU adalah pejuang kemanusiaan.. Bravo pak Ide, berjuang trus, tularkan gagasan-gagasanmu yang cemerlang, agar di negara tercinta ini semua anak bangsa dapat menikmati persamaan hak dalam segala lini. Tidak hanya di Bidang Kesehatan dan Hukum saja sebagaimana kerinduanmu, akan tetapi juga dalam Kebebasan menjalankan ajaran agama bagi pemeluk-pemeluknya. Piiiizt ^_^

~ Setahun telah berlalu

Pagi ini tepatnya, Rabu, 28 Okt 2009 aku bangun lebih awal dari biasanya. Sembari menyiapkan sarapan ke tiga cahaya hatiku (Si sulung sudah di Malang), aku mulai menyusun catatan-catatan kecil dlm benakku, hal-hal yang harus kulakukan hari ini. Kuseruput secangkir teh, untuk menghangatkan badanku dari dinginnya desiran angin pagi. Sayup terdengar lantunan lagu Koes Plus:"...... setahun telah berlalu....."

Setahun telah berlalu ....... Ya! Aku tertegun dan terhenyak. Tertegun bukan karena .....kau putuskan cintaku.... seperti kata Koes Plus dalam tembangnya ini, akan tetapi, karena setahun telah berlalu vonis dokter itu jatuh kepada cahaya hatiku. Vonis yang membuat seluruh kedirianku gamang kala itu. Tiba-tiba saja anganku melayang ke "belakang". Masih tersimpan rapi dalam memori, ketika team dokter di NUH memberikan simpulan akhir :
"Jika kretininnya stabil di level 582-700 umol/L maka kemungkinan fungsi ginjalnya masih bisa bertahan 6 bulan ke depan. Tetapi jika kreatininnya semakin naik, maka waktu untuk bertahannya pun semakin berkurang.Tidak ada lagi cara/metode lain selain cuci darah. Alternatif lain adalah transplantasi. Hati gundah dan sedih, perih dan pilu. Apakah gerangan yg dapat kulakukan?

Setahun telah berlalu.... Ya! hari ini, tepat setahun.
Secangkir teh hangat tak mampu mengusir hawa dingin, pagi ini. Aurima pun tak dapat memberiku kehangatan. Rasanya badanku semakin gemetar ketika satu per satu rangkaian peristiwa sakitnya cahaya hatiku sampai pada vonis dokter, mampir di benakku. Bak sebuah film yang berputar kembali. Slide per slide satu-satu bermunculan, menyentuh nadi hidupku. Menggigil dalam luapan rasa yang tidak terbendung.... Ketika kusadari sang Tabib yang Agung tetap berperkara dalam diri cahaya hatiku.

Trimakasih Tabibku. Aku tahu Engkau tidak tinggal diam. Kau beri waktu dan kesempatan bagi cahaya hatiku, lebih dari yang dipikirkan manusia. Menghirup nafas kehidupan, menjalani hari-hari yang Kau rajut baginya. Rasanya, naif jika aku bertanya sampai kapan? Sebab itu adalah hak dan wewenangMU. Yang ku amini dan ku imani ialah bahwa Engkau turut bekerja dan berp[erkara untuk mendatangkan kebaikan bagi cahaya hatiku.