~ Dari Masa ke Masa
Kamis, 04 Desember 2008 Satu-satunya foto yang tersisa ketika masih duduk di SDN No.100 Makale
Putih-Biru

Beberapa kegiatanku ketika masih duduk di SMAN 276 Makale (SMA I Makale)
Kampus Ungu
"Pergumulan tidak akan pernah sirna, akan tetapi HARAPAN selalu menguatkan manusia untuk menata hidup yang lebih baik."
Kamis, 04 Desember 2008 Satu-satunya foto yang tersisa ketika masih duduk di SDN No.100 Makale
Putih-Biru

Beberapa kegiatanku ketika masih duduk di SMAN 276 Makale (SMA I Makale)
Kampus Ungu
By : Titi Yuliaty Ketika pesta demokrasi berlangsung di kotaku saat pemilihan walikota dan wakil walikota secara langsung untuk pertama kalinya, aku tidak di tempat oleh karena mendampingi cahaya hatiku di Singapura. Tetapi tidaklah berarti bahwa aku tidak tahu sama sekali tentang peristiwa akbar ini. Sebab dari jauh aku tetap memantau, sekalipun itu sebatas mengingatkan anak-anak di rumahku untuk melakukan hak pilihnya.
Tanggal 29 Oktober, tepat pukul 02.00 PM waktu Singapura sms-sms dari tanah air sudah mulai “masuk” ke Hpku. Semakin lama semakin gencar. Isi pesannya, hanya satu: “Oppo’ki ACO’!” Bahkan ada beberapa teman yang menelponku secara khusus, sekedar untuk menyampaikan berita yang sama, serta rencana pawai mereka keliling kota sebagai bentuk kesyukuran atas terpilihnya kembali idola mereka. Tentu saja berita ini kusambut gembira. Aku tahu rakyat sekarang adalah pemilih-pemilih cerdas. Mereka pasti sudah mengerti tawaran-tawaran program-program mana yang realistis, mana yang tidak. Mana yang masuk akal dan mana yang tidak.
By : Titi Yuliaty
Suhu politik di kotaku lagi menghangat. Menjelang pemilihan walikota (Pilwali) secara langsung pada tanggal 29 Oktober mendatang, para kandidat mulai "melancarkan" kampanyenya secara terbuka dan dihadiri oleh pendukung mereka, ). Masing-masing kandidat menawarkan visi, misi dan program-program mereka yang sebelumnya telah dipaparkan kepada para wakil rakyat.
Beberapa kandidat menawarkan sekolah gratis dan kesehatan gratis. Namun ada juga yang menawarkan listrik murah, pangan gratis, dan lain sebagainya. Tentu hal ini wajar-wajar saja. Bukankah pemilih sekarang adalah pemilih-pemilih cerdas? Mereka tentu tahu program-program mana yang kira-kira masuk akal, realistis serta dapat terealisasi dan program-program mana yang hanya janji-janji belaka alias “angin sorga”saja. Yang terpenting ialah bahwa pemilihan wali kota secara langsung untuk pertama kalinya dilaksanakan di kotaku ini dapat berjalan dengan baik dan aman. Tentu atas dukungan semua pihak, tidak terkecuali para pemilih itu sendiri. Semoga.
Wp Theme by Promiseringsdesigns | Blogger Template by Anshul